Keterbukaan di Era AI: Mengapa Open Data dan Interoperabilitas Menjadi Sangat Penting

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuat perusahaan di seluruh dunia semakin bergantung pada data. Namun, ada satu hal penting yang kini mulai disadari banyak organisasi: AI hanya akan bekerja dengan baik jika dapat mengakses data dengan mudah.

Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak perusahaan menggunakan sistem teknologi yang terpisah-pisah. Data tersimpan di berbagai platform berbeda dan sulit saling terhubung. Kondisi ini dikenal sebagai data silo.

Di era AI, data silo menjadi masalah besar. AI membutuhkan akses ke banyak data untuk belajar, menganalisis, dan menghasilkan keputusan yang akurat. Jika data terhambat oleh sistem yang tertutup, maka potensi AI tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Karena itulah konsep keterbukaan (openness) dan interoperabilitas menjadi sangat penting dalam dunia manajemen data modern.

Perusahaan seperti Cloudera percaya bahwa masa depan AI bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menghubungkan seluruh data mereka secara fleksibel dan terbuka.

Mengapa Keterbukaan Penting di Era AI?

Dulu, perusahaan sering membeli sistem teknologi yang berdiri sendiri-sendiri. Setiap aplikasi memiliki tempat penyimpanan data sendiri dan sulit terhubung dengan sistem lain.

Pendekatan ini mungkin masih bisa digunakan pada masa lalu. Namun sekarang, kebutuhan AI membuat semuanya berubah.

AI membutuhkan:

  • Data dalam jumlah besar

  • Data dari berbagai sumber

  • Akses cepat dan fleksibel

  • Sistem yang mudah diintegrasikan

Jika data tersebar di banyak tempat dan tidak bisa saling berkomunikasi, maka proses AI menjadi lambat dan mahal.

Akibatnya, perusahaan kehilangan banyak peluang bisnis, waktu, dan efisiensi.

Apa Itu Openness dalam Manajemen Data?

Menurut Cloudera, keterbukaan (openness) dalam dunia data terdiri dari tiga lapisan utama:

1. Open Compute

Open compute berarti perusahaan bebas menggunakan mesin komputasi atau alat analisis apa pun, tanpa tergantung di mana data disimpan.

Sederhananya, perusahaan bisa menggunakan berbagai teknologi AI atau analitik tanpa harus memindahkan seluruh data ke sistem tertentu.

Contohnya:

  • Data bisa tetap berada di cloud

  • Tetapi AI atau aplikasi analitik tetap bisa mengaksesnya

Hal ini membuat perusahaan lebih fleksibel dan tidak terkunci pada satu vendor teknologi saja.

2. Open Catalog

Open catalog berarti semua sistem memiliki aturan dan struktur data yang konsisten.

Bayangkan sebuah perpustakaan besar. Jika setiap ruangan menggunakan sistem katalog berbeda, maka mencari buku akan sangat sulit.

Hal yang sama terjadi pada data perusahaan.

Dengan open catalog:

  • Struktur data tetap konsisten

  • Aturan keamanan tetap sama

  • Semua sistem bisa membaca data dengan cara yang seragam

Ini membantu perusahaan mengelola data dengan lebih mudah walaupun menggunakan banyak platform berbeda.

3. Open Data

Open data berarti perusahaan bisa memindahkan, mengakses, dan menggunakan data di mana pun data tersebut berada.

Data bisa berada di:

  • Cloud publik

  • Data center pribadi

  • Edge device

  • Berbagai platform cloud berbeda

Namun semuanya tetap dapat diakses dengan mudah.

Konsep ini sangat penting di era AI karena perusahaan sering memiliki data yang tersebar di banyak lokasi.

Cloudera dan Dukungan terhadap Open Source

Sejak awal berdiri pada tahun 2008, Cloudera dikenal sebagai perusahaan yang mendukung teknologi open source.

Open source adalah teknologi yang kode programnya terbuka dan dapat digunakan atau dikembangkan oleh banyak pihak.

Keuntungan open source antara lain:

  • Lebih fleksibel

  • Tidak tergantung pada satu vendor

  • Lebih mudah dikembangkan

  • Biaya lebih efisien

Cloudera bahkan menjadi salah satu perusahaan pertama yang mengembangkan teknologi data lake berbasis open source untuk kebutuhan enterprise.

Saat ini mereka mendukung lebih dari 50 proyek open source.

Apache Iceberg dan Masa Depan Data Lakehouse

Salah satu teknologi penting yang didukung Cloudera adalah Apache Iceberg.

Apache Iceberg adalah format tabel modern untuk sistem data lakehouse.

Data lakehouse sendiri adalah gabungan antara:

  • Data warehouse

  • Data lake

Teknologi ini memungkinkan perusahaan menyimpan data dalam jumlah besar sekaligus tetap mudah dianalisis.

Cloudera mulai mendukung Iceberg sejak 2021. Setelah itu, banyak perusahaan besar lain ikut mendukung teknologi tersebut karena dianggap sebagai standar terbuka terbaik untuk masa depan AI dan data analytics.

Menghindari Vendor Lock-In

Salah satu masalah besar dalam dunia teknologi adalah vendor lock-in.

Vendor lock-in terjadi ketika perusahaan terlalu bergantung pada satu platform sehingga sulit berpindah ke teknologi lain.

Akibatnya:

  • Biaya menjadi mahal

  • Inovasi menjadi lambat

  • Fleksibilitas berkurang

Dengan pendekatan terbuka, perusahaan memiliki kebebasan untuk memilih teknologi yang paling sesuai.

Cloudera menekankan bahwa pelanggan mereka tidak dipaksa untuk tetap menggunakan layanan tertentu. Mereka bisa berpindah atau menggunakan kombinasi berbagai sistem sesuai kebutuhan.

Interoperabilitas Menjadi Kunci

Interoperabilitas berarti berbagai sistem dapat bekerja bersama tanpa masalah.

Dalam dunia AI modern, interoperabilitas sangat penting karena perusahaan biasanya menggunakan banyak teknologi sekaligus.

Contohnya:

  • Cloud dari berbagai provider

  • Database berbeda

  • Alat AI berbeda

  • Sistem keamanan berbeda

Jika semua sistem dapat saling terhubung dengan baik, maka perusahaan bisa membangun AI dengan lebih cepat dan efisien.

Masa Depan AI Membutuhkan Sistem yang Terbuka

Di masa depan, AI akan semakin bergantung pada kemampuan perusahaan mengelola data secara fleksibel.

Perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan kapasitas penyimpanan besar, tetapi juga:

  • Akses data yang cepat

  • Integrasi lintas platform

  • Keamanan yang konsisten

  • Kebebasan memilih teknologi

Karena itu, konsep openness menjadi fondasi penting dalam arsitektur data modern.

Kesimpulan

Era AI membuat keterbukaan dan interoperabilitas menjadi kebutuhan utama dalam pengelolaan data perusahaan.

Sistem yang tertutup dan terpisah-pisah tidak lagi cocok untuk kebutuhan AI modern karena menghambat akses data dan memperlambat inovasi.

Melalui konsep open compute, open catalog, dan open data, perusahaan dapat membangun sistem yang lebih fleksibel, efisien, dan siap menghadapi perkembangan AI di masa depan.

Dengan pendekatan terbuka, perusahaan tidak hanya bisa mengontrol data mereka sendiri, tetapi juga memanfaatkan AI secara maksimal tanpa terjebak pada satu teknologi tertentu.

cloudera Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi cloudera.
Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.